Satu persatu, kata-kata kurajut,
kuikat mati hingga kau mesti sipitkan mata,
untuk sekadar lihat spasi
Semakin erat jalinannya,
semakin sulit kau selami
Bahkan ia tenggelamkanmu,
di kala telanjang,
untuk menyelimuti malu
Terka dengan seksama pancaran netra
Ia menumpahkan kalbu,
melebihi apa yang dirajut dalam rasio setengah mati
Untuk kau pahami,
apa yang diresapi sanubari
1 Januari 2016
Jumat, 01 Januari 2016
Langganan:
Postingan (Atom)