Ku rasakan pasrah di atas gairah saat kuluman berubah jadi batu
Cumbuan adiktif racuni saraf yang takkan antar hasratmu kembali ke dalam genggaman kecil sendu
Rindu, satu ancaman, punahkan setitik hati, tapi tak lenyap
Tenang, haus ini takkan menerkammu kala kau duduk manis di atas kokohnya egoku
Selasa, 28 Juni 2011
Sabtu, 12 Maret 2011
Sehelai Daun, Secarik Kertas, Serangkai Kalimat Tanpa Koma
Ku basahi dengan tinta, pakai tangan bukan pena
Aku egois
Aku tak kenal pena
Aku tak ingin mengenal siapapun
Kecuali engkau, tinta, dan aku
Tintaku tak hitam
Tintaku tak biru
Tintaku hanya putih
Tak ada yg dapat dipuji, jika kau lihat dengan 2 mata
Tak ada yg dapat dihina, jika kau bahkan tak hembuskan nafasmu
Lupakan netra, lupakan runggu, lupakan kecupan lidah
Dapatkah kau menafsirkannya ketika dipelukku?
Aku egois
Aku tak kenal pena
Aku tak ingin mengenal siapapun
Kecuali engkau, tinta, dan aku
Tintaku tak hitam
Tintaku tak biru
Tintaku hanya putih
Tak ada yg dapat dipuji, jika kau lihat dengan 2 mata
Tak ada yg dapat dihina, jika kau bahkan tak hembuskan nafasmu
Lupakan netra, lupakan runggu, lupakan kecupan lidah
Dapatkah kau menafsirkannya ketika dipelukku?
Langganan:
Postingan (Atom)