What if I were the first to cry
The earth and the sky, the hurt and the lie
Within the eyes, those shadows would fly
To somewhere I couldn't see, to the infinity
What if you were the last to die
Staring at me as magnificent lose
Bringing your tears as the last standing hope
The hope of immortal togetherness, peacefully, in heaven
Dibuat di TBI. Kelas tiba-tiba jadi puitis.
Sabtu, 22 Desember 2012
Kamis, 30 Agustus 2012
Tidakkah
Kau,
selalu menyadarkan kecamuk angin malam akan bintang yang berpaling pada hitam langit
Kau,
selalu menggenapkan ganjilnya rembulan,
hingga terajut tawa bernyawa
Kau,
selalu memerdukan krak-krik jangkrik,
hidup dalam sepi
Kau,
selalu meninggikan rendahnya tanah yang terpijak,
dan hanya diinjak
Kau,
asingkah pada cintamu sendiri?
Kau,
akan disadarkan, digenapkan, dimerdukan, ditinggikan oleh aku
selalu menyadarkan kecamuk angin malam akan bintang yang berpaling pada hitam langit
Kau,
selalu menggenapkan ganjilnya rembulan,
hingga terajut tawa bernyawa
Kau,
selalu memerdukan krak-krik jangkrik,
hidup dalam sepi
Kau,
selalu meninggikan rendahnya tanah yang terpijak,
dan hanya diinjak
Kau,
asingkah pada cintamu sendiri?
Kau,
akan disadarkan, digenapkan, dimerdukan, ditinggikan oleh aku
Rabu, 29 Agustus 2012
Lupakan
Kepada kamu yang tak terbenam di hati,
tak bisakah kau hengkang dan kembali pada siapa kau berpulang?
Aku harap aku
Tapi harapan saja tak mengharap diri ini
Tak pula 'jika' menuntunku berharap
Tetapi, kamu baru saja terbitkan senyum di bibir
tak bisakah kau hengkang dan kembali pada siapa kau berpulang?
Aku harap aku
Tapi harapan saja tak mengharap diri ini
Tak pula 'jika' menuntunku berharap
Tetapi, kamu baru saja terbitkan senyum di bibir
Jumat, 24 Agustus 2012
Rasa
Ada kalanya
Jemari kembali mencinta tinta
Kembali
Semesta kembali dari akal terkelabu
Rasa, rasa adalah semesta
Bak kacang lupa kulitnya
Ya, terlewatkan sejenak
Jemari menanamkan sang percaya,
hanya engkau, wahai jemari
Rasa tidak mati,
rasa hanya lupa,
rasa akan kembali,
pasti
Ada kalanya
Jemari kembali mencinta tinta
Kembali
Semesta kembali dari akal terkelabu
Rasa, rasa adalah semesta
Bak kacang lupa kulitnya
Ya, terlewatkan sejenak
Jemari menanamkan sang percaya,
hanya engkau, wahai jemari
Rasa tidak mati,
rasa hanya lupa,
rasa akan kembali,
pasti
Ada kalanya
Langganan:
Postingan (Atom)