Jumat, 17 Oktober 2025

Dor, Dor, Dor

Aku tarik pelatuk, kemudian menembak dahinya tiga kali,

Pertama, sebab lekat gelagat sinisme dan amarah bapaknya menyambar keluar dari matanya,

Kedua, sebab sulur-sulur gelebah milik ibunya merambak di antara kata tiap ia berperi,

Ketiga, sebab ia tak kunjung tidur, kendati ruh di badan telah kendur.

 

17 Oktober 2025 

 

Rabu, 24 September 2025

Menyoal Langit

Lamunan rembulan di langitmu, apa benderang juga?

Apa cahayanya memancar puja-puji pada Tuhan, supaya kamu berkawan tenteram?

 

Bentang gemintang di langitmu, apa terpendam di balik silaunya lampu-lampu kota?

Ataukah silam binarnya lantaran mesti bersanding dengan seutuhnya kiranamu, tuturan isi kepalamu?

 

Tafakur awan di langitmu, apa berarak tercerabut?

Di langitku, ia sempat runtuh, sebab tumpukan rindu tak bersahut

 

 

23 September 2025 

Selasa, 23 September 2025

Berjarak Sejenak

Perpisahanku dengan yang terkasih tak pernah berwujud murka dan benci,

Ia adalah pengertian dan penerimaan,

Sandaran asih yang sadrah, lantaran hidup manusia niscaya menggubah arah

 

20 Agustus 2025 

Bersiap Setiap Hari

Aku ingin dicintai Tuhan hingga Ia memulangkanku ke pelukan-Nya

Tapi aku belum siap dijemput,

Tapi aku coba rapi-rapikan sedikit pakaianku,

dan menggulung lengan baju sesikut,

dan menutupi bolong kecil celanaku dengan menarik ujung kemeja ke kiri bawah,

dan menyemprot wewangian sepercik,

dan menyisir rambut,

dan pakai sepatu putih pudar yang lama tak dicuci

 

 

27 April 2024 

Nona Bersolek

Nona bersolek,

kusut kemejaku turut apik sampai hati,

 

Nona bersolek,

harum mewangi hinggapnya di titik-titik nadiku,

 

Nona bersolek,

spons bedaknya menepuk-nepuk bangun dari delusi,

 

Nona bersolek,

merona malu malah pipiku

 

17 Juli 2024 

Nirmalamu terlampau megah untuk lalu lalang di kepalaku yang sempit,

Alangkah baiknya jika kamu melompat keluar dari pikiranku, dan menyambut ajakan bertualang di selatan kota?

 

07 Agustus 2024

Jarak-Jarak yang Jauh

Jarak-jarak yang jauh itu adalah kegirangan yang harus kau sirami dengan air muka jenjam di setiap temu dan tatap,

Jarak-jarak yang jauh itu adalah redaman rasa acuh tentang apa yang memercik bahagianya, atau apa di balik ia bermuram durja hari ini,

Jarak-jarak yang jauh itu adalah mematikan dorongan untuk menggapai jemarinya, menyurutkan hasrat untuk meninggalkan kecupan pada kening dan pada bentangan senyumnya,

Jarak-jarak yang jauh itu adalah kasih sayang yang mesti kau sekat dan bendung agar tak bergumul pekat, lantas menyinggung percayanya padamu,

Jarak-jarak yang jauh itu adalah khidmat doa-doa yang bersemayam dalam hatimu, hanya untuk selamat sentosa, terangkan temaram bagi dirinya

 

23 Oktober 2024