Jumat, 17 Oktober 2025

Dor, Dor, Dor

Aku tarik pelatuk, kemudian menembak dahinya tiga kali,

Pertama, sebab lekat gelagat sinisme dan amarah bapaknya menyambar keluar dari matanya,

Kedua, sebab sulur-sulur gelebah milik ibunya merambak di antara kata tiap ia berperi,

Ketiga, sebab ia tak kunjung tidur, kendati ruh di badan telah kendur.

 

17 Oktober 2025 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadi, apa komentar Anda?