Aku tarik pelatuk, kemudian menembak dahinya tiga kali,
Pertama, sebab lekat gelagat sinisme dan amarah bapaknya menyambar keluar dari matanya,
Kedua, sebab sulur-sulur gelebah milik ibunya merambak di antara kata tiap ia berperi,
Ketiga, sebab ia tak kunjung tidur, kendati ruh di badan telah kendur.
17 Oktober 2025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jadi, apa komentar Anda?