Minggu, 24 Maret 2024

Hari-Hari yang Familiar

Memori kolektif di kepalaku menghimpun ragam senyumanmu,

dari bibir pipih hingga ia berkembang,

dari rapatnya simpul hingga unjuk gigi

Koleksi sinematik yang ku ulang-ulang menjelang menepi ke alam mimpi, terpujilah!

Tiap ia berucap dan larut dengan isi kepalamu, di sanalah aku hanyut


Memori kolektif di kepalaku menangkap binar kedua matamu,

ia benderang di setiap tuturmu,

perihal angan, buah pikiran, kegemaran, kebahagiaan, kegelisahan

Celakanya, ia menghentikan tuturku, seketika tak bergeming, sebab terlampau elok dipandang

Kerap ia terpantul di kaca matamu, tampak mata ketiga, keempat, kelima

tapi aku tak pernah bosan mencari, melirik-lirik, agar tatap menetap pada mata yang asli


Memori kolektif di kepalaku merajut wewangian yang melekat pada pakaianmu,

Keterbatasanku, tidak pandai mendeskripsikan wangi

Namun ia membawaku menapaki kebun raya di musim semi,

dengan segala cerah, harum, teduh, tenang, tapi tanpa alergi

Sesungguhnya, aku takut, jika itu juga perlu dihirup untuk bertahan hidup


Boleh tidak, jemari kita berpadu lagi sebentar?

Untuk aku menambah memori kolektif yang akrab dengan segala-galanya kamu?



23/03/2024

Internal Bleeding

Aku telah mengikat erat bait-bait itu di tulang rusuk sejati,

bait-bait mantra yang menghalau helaan amarah mencampuri napasku

Aku hendak mengingkari letupan-letupan itu, ia melukai gendang telinga dan menggores simpati insan lain

Biarlah ia bergumul dalam hening, menggerutu di sepanjang ruang hampa yang sengaja aku selipkan di balik rongga tulang dada.


25/02/2024