Sabtu, 18 Mei 2024

Ada Bunga Matahari di Sudut Meja Kerja

 Sungkan untuk mengetuk pintu rumahmu

Kita bercakap lewat jendela kamar tidurmu saja,

atau sekadar tukar senyum pun tidak apa,

sebab grendelnya terselot, syukur-syukur gordennya tersingkap


Sungkan untuk membawakan vas berisi anyelir

Kelihatannya kurang cocok untuk dekorasi rak kamar tidurmu?

Kamu juga sedang berbenah, menata ulang desain dan perabot di kamarmu yang agak berantakan itu

Masa mau kugandakan dengan kacaunya dengan anyelir yang membuat bingung dan tak tumbuh ke mana-mana?


08/05/2024


Sabtu, 27 April 2024

Berusaha

Sejatinya cinta itu memang egois, kompetitif, dan memutus urat malu


Kamu ingin berdampingan terus,

hingga larut, temaram, kolong langit, dan ujung dunia pun diterabas

Mau ditelan sunyi tidak masalah, yang penting terlahap berdua

Ingin menuntut waktu-waktu dia ada lowong dan bisa kamu isi dengan eksistensimu yang tidak penting-penting amat itu

Perlu juga kulit bersentuh, memindahkan panas tubuh,

biar hangat menjalar sampai detak jantungmu itu berdegum dan mimikmu tak terkendali

Kencangkan saja volume radio itu, kamu ingin dengar dia menikmati lagu-lagu favoritnya, kan?

Kamu makin pandai multitasking, sambil mencerna dia punya cerita, sambil menarik garis dari titik ke titik tahi lalat di wajahnya,

Kumpulan lelucon kering sudah siap kamu tebar, supaya dia terkekeh --atau setidaknya senyum simpul-- dan kamu merasa paling lucu di ruangan

Lalu, kamu pagari serba-serbi pengalaman itu, supaya hanya dia yang merasa dan hanya dia yang istimewa


Kendati pun kamu tidak mengharap semua berbalas


05/04/2024

Minggu, 24 Maret 2024

Hari-Hari yang Familiar

Memori kolektif di kepalaku menghimpun ragam senyumanmu,

dari bibir pipih hingga ia berkembang,

dari rapatnya simpul hingga unjuk gigi

Koleksi sinematik yang ku ulang-ulang menjelang menepi ke alam mimpi, terpujilah!

Tiap ia berucap dan larut dengan isi kepalamu, di sanalah aku hanyut


Memori kolektif di kepalaku menangkap binar kedua matamu,

ia benderang di setiap tuturmu,

perihal angan, buah pikiran, kegemaran, kebahagiaan, kegelisahan

Celakanya, ia menghentikan tuturku, seketika tak bergeming, sebab terlampau elok dipandang

Kerap ia terpantul di kaca matamu, tampak mata ketiga, keempat, kelima

tapi aku tak pernah bosan mencari, melirik-lirik, agar tatap menetap pada mata yang asli


Memori kolektif di kepalaku merajut wewangian yang melekat pada pakaianmu,

Keterbatasanku, tidak pandai mendeskripsikan wangi

Namun ia membawaku menapaki kebun raya di musim semi,

dengan segala cerah, harum, teduh, tenang, tapi tanpa alergi

Sesungguhnya, aku takut, jika itu juga perlu dihirup untuk bertahan hidup


Boleh tidak, jemari kita berpadu lagi sebentar?

Untuk aku menambah memori kolektif yang akrab dengan segala-galanya kamu?



23/03/2024

Internal Bleeding

Aku telah mengikat erat bait-bait itu di tulang rusuk sejati,

bait-bait mantra yang menghalau helaan amarah mencampuri napasku

Aku hendak mengingkari letupan-letupan itu, ia melukai gendang telinga dan menggores simpati insan lain

Biarlah ia bergumul dalam hening, menggerutu di sepanjang ruang hampa yang sengaja aku selipkan di balik rongga tulang dada.


25/02/2024