Kamis, 30 Agustus 2012

Tidakkah

Kau,
selalu menyadarkan kecamuk angin malam akan bintang yang berpaling pada hitam langit
Kau,
selalu menggenapkan ganjilnya rembulan,
hingga terajut tawa bernyawa
Kau,
selalu memerdukan krak-krik jangkrik,
hidup dalam sepi
Kau,
selalu meninggikan rendahnya tanah yang terpijak,
dan hanya diinjak
Kau,
asingkah pada cintamu sendiri?
Kau,
akan disadarkan, digenapkan, dimerdukan, ditinggikan oleh aku

Rabu, 29 Agustus 2012

Lupakan

Kepada kamu yang tak terbenam di hati,
tak bisakah kau hengkang dan kembali pada siapa kau berpulang?
Aku harap aku
Tapi harapan saja tak mengharap diri ini
Tak pula 'jika' menuntunku berharap
Tetapi, kamu baru saja terbitkan senyum di bibir

Jumat, 24 Agustus 2012

Rasa

Ada kalanya
Jemari kembali mencinta tinta
Kembali
Semesta kembali dari akal terkelabu
Rasa, rasa adalah semesta
Bak kacang lupa kulitnya
Ya, terlewatkan sejenak
Jemari menanamkan sang percaya,
hanya engkau, wahai jemari
Rasa tidak mati,
rasa hanya lupa,
rasa akan kembali,
pasti
Ada kalanya