Kau,
selalu menyadarkan kecamuk angin malam akan bintang yang berpaling pada hitam langit
Kau,
selalu menggenapkan ganjilnya rembulan,
hingga terajut tawa bernyawa
Kau,
selalu memerdukan krak-krik jangkrik,
hidup dalam sepi
Kau,
selalu meninggikan rendahnya tanah yang terpijak,
dan hanya diinjak
Kau,
asingkah pada cintamu sendiri?
Kau,
akan disadarkan, digenapkan, dimerdukan, ditinggikan oleh aku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jadi, apa komentar Anda?