Sejatinya cinta itu memang egois, kompetitif, dan memutus urat malu
Kamu ingin berdampingan terus,
hingga larut, temaram, kolong langit, dan ujung dunia pun diterabas
Mau ditelan sunyi tidak masalah, yang penting terlahap berdua
Ingin menuntut waktu-waktu dia ada lowong dan bisa kamu isi dengan eksistensimu yang tidak penting-penting amat itu
Perlu juga kulit bersentuh, memindahkan panas tubuh,
biar hangat menjalar sampai detak jantungmu itu berdegum dan mimikmu tak terkendali
Kencangkan saja volume radio itu, kamu ingin dengar dia menikmati lagu-lagu favoritnya, kan?
Kamu makin pandai multitasking, sambil mencerna dia punya cerita, sambil menarik garis dari titik ke titik tahi lalat di wajahnya,
Kumpulan lelucon kering sudah siap kamu tebar, supaya dia terkekeh --atau setidaknya senyum simpul-- dan kamu merasa paling lucu di ruangan
Lalu, kamu pagari serba-serbi pengalaman itu, supaya hanya dia yang merasa dan hanya dia yang istimewa
Kendati pun kamu tidak mengharap semua berbalas
05/04/2024