Aku telah mengikat erat bait-bait itu di tulang rusuk sejati,
bait-bait mantra yang menghalau helaan amarah mencampuri napasku
Aku hendak mengingkari letupan-letupan itu, ia melukai gendang telinga dan menggores simpati insan lain
Biarlah ia bergumul dalam hening, menggerutu di sepanjang ruang hampa yang sengaja aku selipkan di balik rongga tulang dada.
25/02/2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jadi, apa komentar Anda?