Lama-lama, tubuhnya berkawan gelugut,
Lagi-lagi, sendi-sendinya terkikis sepoi-sepoi,
Lebih-lebih tujuh keliling, pening hingga tak bergeming,
Lompat-lompat di perut, semilirnya lewat pantat,
Dia lagi, dia lagi.
Bandung, 8 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jadi, apa komentar Anda?