Ketika itu, tak terjalin benang merah antara logika dan emosi
Benak hampir terjerumus dalam ambisi, dan represi di lain sisi
Gundah, dilema luar biasa, terparah dalam dasawarsa
Namun tertiba terlintas,
Bahwa aku cukup dewasa untuk tentukan,
"Indomie pakai nasi" atau tidak
Oh, betapa
Bandung, 9 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jadi, apa komentar Anda?