Ia adalah gambar kanker tenggorokan dalam bungkus rokok.
Ia adalah jawaban atas salam dengan suara sekencang-kencangnya.
Ia adalah isian daging dalam tahu hot jeletot.
Apa yang telah terbudayakan dalam hatimu?
Lagi-lagi, hanya basa-basi busuk
Di mana kamu letakkan nilai yang hakiki dan luhur?
Di ujung kelopak mata hingga luput dari pandangmu?
Sarat makna, paradigma yang ganjil bila mengganjal di sela-sela otakmu
Bila terus menafikan keadaan ini,
sia-sia juga Tuhan menganugerahi pikir dalam benakmu
Desa Nangka, 6 Agustus 2015
Tamparan bagi keberadaanku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jadi, apa komentar Anda?